Powered By Blogger

Minggu, 27 Oktober 2013


WIRAUSAHA SEBAGAI AJANG DAMBAAN UNTUK BERKARYA




Dr. Rindyah Hanafi, MM.









Orasi Ilmiah
Pada acara  Dies Natalis  ke XXXIV,  Wisuda Sarjana ke XL VII  dan Ahli Madya ke XXVI Tahun 2013,
Universitas Merdeka  Madiun,  26 Oktober 2013.


WIRAUSAHA SEBAGAI AJANG DAMBAAN UNTUK BERKARYA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang Terhormat,
·        Rektor Universitas Merdeka Madiun
·        Ketua Yayasan Universitas Merdeka Madiun
·        Para Anggota Senat, Pimpinan Universitas, Pimpinan Fakultas
·        Para Dosen dan Civitas Akademika Universitas Merdeka Madiun
·        Wisudawan-Wisudawati, Bapak-Ibu orang-tua Wisudawan Wisudawati yang berbahagia
·        Para Undangan dan Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, kepadaNya kita mengabdi dan memohon pertolongan serta atas karuniaNya kita dapat berkumpul bersama dalam acara Dies Natalis ke XXXIV, Wisuda Sarjana ke XLVII dan Ahli Madya ke XXVI tahun 2013 Universitas Merdeka Madiun Semoga Saudara-saudara dalam keadaan sehat wal afiat
Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang berbahagia

Hari ini adalah saat yang sangat membahagiakan bagi para wisudawan dan wisudawati beserta orang tua para wisudawan, di acara wisuda yang amat menyenangkan dan penuh khidmat. Rasa hati dan perhatian wisudawan dan wisudawati, terlebih lagi para keluarganya, tentunya  lebih berfokus kepada kebahagiaan yang sedang mereka terima. Jerih payah, perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan selama beberapa tahun, dirayakan pagi ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi saya untuk memulai orasi ilmiah ini dengan  menyampaikan selamat kepada semua wisudawan/wisudawati beserta keluarganya. Semoga sukses ini menjadi pijakan yang kokoh untuk sukses-sukses berikutnya
Pada kesempatan ini saya  mohon perkenan untuk  menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Wirausaha sebagai ajang dambaan untuk berkarya”.  Orasi ini disampaikan pada saat yang tepat di mana wisudawan-wisudawati telah menyelesaikan studinya. Euforia wisudawan–wisudawati  setelah menyelesaikan studi tentu saja tidak dapat berlangsung terlalu lama, karena selepas acara wisuda ini, wisudawan-wisudawati akan memasuki dunia kerja.

Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang saya banggakan.

Persaingan dalam memasuki dunia pekerjaan dan banyaknya jumlah pengangguran
Dalam memasuki dunia kerja, wisudawan-wisudawati akan menghadapi persaingan yang sangat kompetitif. Para wisudawan akan bersaing dengan  lulusan dari Perguruan Tinggi lain dari seluruh Indonesia, untuk memperebutkan kesempatan kerja. Ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada sangat terbatas, terutama pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga pegawai swasta. Kesenjangan antara jumlah   lulusan  dan kesempatan kerja dapat menciptakan pengangguran. Bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012 menginformasikan bahwa pengangguran di Indonesia cukup banyak. Pengangguran ini berasal dari lulusan Perguruan Tinggi, baik diploma maupun sarjana stata satu yaitu sebanyak 1.153.350 orang atau sebesar 13,86% dari total keseluruhan pengangguran. Pengangguran akan semakin bertambah bila setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia memproduksi sebanyak 300.000 sarjana dari 4000 perguruan tinggi swasta dan 92 perguruan tinggi negeri  bila tidak tersedia lapangan  pekerjaan.
Dari data di atas yang telah diungkapkan mengenai  tingginya tingkat pengangguran, mengharuskan perguruan tinggi untuk memikirkan alternatif lain di luar kebiasaan dalam penyaluran tamatannya. Pada saat ini, paradigma pendidikan tinggi kita masih banyak yang condong berorientasi untuk menghasilkan alumni pencari kerja (job seekers), bukan alumni pencipta lapangan kerja (job creator). Sampai saat ini, sekitar 82,2 persen lulusan perguruan tinggi yang berhasil mendapatkan pekerjaan, ternyata bekerja sebagai pegawai. Lulusan PT yang bekerja sebagai pegawai swasta sangat rentan terhadap PHK. PHK sangat sering terjadi pada saat kondisi krisis ekonomi  dan resesi global, seperti yang pernah terjadi  pada tahun 1998 dan tahun 2008.  Jika terjadi krisis ekonomi lulusan perguruan tinggi akan semakin sulit mendapat pekerjaan karena ekspansi usaha  menjadi terbatas sehingga tidak dapat menambah jumlah pegawai bahkan juga tidak dapat membuka lowongan pekerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan mulai tahun 2010 imbas dari Free Trade Agreement (FTA), dan ASEAN China (AC-FTA) akan berimbas pada pemutusan hubungan kerja yang mengakibatkan pengangguran hingga sebanyak 7,5 juta orang.

Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang berbahagia

Penegakan pilar pembangunan ekonomi dan kebutuhan adanya wirausaha.
Dari apa yang telah diuraikan diatas  maka perlu adanya terobosan-terobosan baru untuk menuntaskaan masalah pengangguran. Dalam suatu obrolan sering kita mendengar bahwa “negara kita menguntungkan secara geografis dan kaya  akan sumber alam  tetapi mengapa masyarakat   tidak  merasakan kemakmuran,  padahal negara lain yang mempunyai kondisi geografis dan sumber alam yang kurang menguntungkan  masyarakatnya sangat merasakan kemakmuran”?  Ahli sejarah dan ahli ekonomi berpendapat bahwa  kemakmuran suatu negara bukan ditentukan oleh sumber-sumber yang dimiliki, untuk mencapai kemakmuran.  Mereka sepakat bahwa kemakmuran terjadi karena adanya   kelompok individu yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Kelompok tersebut dinamakan wirausahawan.  Wirausahawan dapat diartikan sebagai orang yang melakukan kegiatan, mengorganisasi faktor-faktor/sumber-sumber  produksi dan memberikan hasil yang produktif.
Pembangunan ekonomi negara kita hingga saat ini masih belum dapat dikatakan maksimal untuk mencapai suatu kemakmuran, karena masih sedikitnya jumlah wirausahawannya. Pembangunan ekonomi tidak dapat  berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan wirausaha-wirausaha handal. Karena itu, melalui pendidikan di perguruan tinggi  diharapkan mampu memunculkan wirausahawan handal. Aktivitas kewirausahaan di Indonesia yang relatif masih rendah memberi dampak pada rendahnya peningkatan lapangan kerja. Hal ini mengisyaratkan betapa masalah pengangguran memang memjadi masalah sangat serius. Bila kita tilik perekonomian negara maju dan mapan, ternyata bisnis skala menengah ke bawah memberi sumbangan terbesar bagi penciptaan lapangan kerja. Tak heran jika negara-negara yang memiliki perusahaan kecil menengah yang kuat seperti Jepang dan Taiwan relatif lebih kuat dalam menghadapi badai krisis ekonomi. Oleh karena itu untuk mencapai kemapanan ekonomi dan kuat dalam menghadapi krisis, maka ekonomi kerakyatan dapat menjadi sistem yang tepat dalam upaya pembangunan ekonomi bangsa Indonesia. Upaya pembangunan ekonomi dapat dilakukan dengan cara menumbuhkan semangat dan minat kewirausahaan di kalangan generasi muda dengan memfasilitasi membuka berbagai sektor usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan salah satu pilar perekomian Indonesia. Menurut BPS, jumlah wirausahawan di Indonesia masih  sangat minim. Data terakhir di tahun 2013 tercatat 1,9 % atau  sekitar 500.000 orang dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta. Sebagai pembanding, jumlah wirausahawan di Singapura, berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Moneter (2013), UMKM di Singapura mencapai 7,2 %, sedangkan UMKM di Jepang mencapai 10 % dari total penduduknya. Dibandingkan dengan Indonesia, untuk mengacu pada jumlah ideal yaitu 2 % saja, seharusnya jumlah wirausahawan di Indonesia harus sebanyak 5 juta orang. Untuk menjadi negara yang dianggap makmur, Indonesia perlu tambahan paling sedikit 4,5 juta wirausahawan untuk kemajuan bangsa. Jumlah tersebut  di atas  menunjukkan masih terbukanya kesemapatan yang luas untuk menjadi wirausawan.

Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang berbahagia.

Darmabakti wirausahawan terhadap pembangunan bangsa versus sikap negatif masyarakat.
Sebagai wirausahawan, dapat memberikan darmabakti pada Negara, karena sebagai wirausaha dapat sememperlancar proses produksi, distribusi dan konsumsi. Di sisi lain sebagai Wirausaha dapat  mengatasi kesulitan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu wirausahawan adalah sebagai pejuang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional dan mengurangi ketergantungan pada bangsa asing. Demikian besar darmabakti yang dapat disumbangkan oleh wirausaha terhadap pembangunan bangsa, namum masih saja banyak orang kurang berminat menekuni bidang ini. Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap bidang ini. Hal ini disebabkan antara lain adanya anggapan  bahwa wirausahawan memiliki sifat agresif, ekspansif, bersaing, sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah dan sebagainya. Pandangan semacam ini dianut  oleh sebagian besar masyarakat. Banyak orang tua yang tidak menginginkan anak-anaknya menerjuni wirausaha. Orang tua berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri, terlebih lagi bila  putra-putrinya sudah bertitel lulus Perguruan Tinggi. Bahkan sering terdengar ucapan dari orang tua: “untuk apa sekolah tinggi, jika hanya mau jadi pedagang”. Pandangan seperti ini sudah berkesan jauh di lubuk hati sebagian besar masyarakat kita, mulai sejak jaman penjajahan Belanda sampai dengan dekade masa kini. Landasan filosofis inilah yang menyebabkan masyarakat Indonesia tidak termotivasi terjun ke dunia bisnis. Sehingga kita tertinggal jauh dari negara tetangga, yang seakan-akan memiliki spesialisasi dalam profesi bisnis. Mereka dapat mengembangkan bisnis besar-besaran mulai dari industri hulu sampai ke industri hilir, meliputi usaha jasa, perbankan, perdagangan besar (grosir), perdagangan eceran besar ( departement store, swalayan), eceran kecil , eksportir, importir, dan berbagai bentuk usaha lainnya dalam berbagai jenis komoditi.

Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang berbahagia

Beberapa peluang usaha
Akan kemana jika gagal sebagai PNS dan bagaimana jika tidak berminat sebagai pegawai swasta? Mengapa para lulusan PT tidak menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan berwirausaha. Kesempatan berwirausaha sudah terpampang. Terpulang bagi lulusan PT yang belum bekerja. Kesempatan selalu terbuka untuk berwirausaha, baik perorangan maupun kelompok. Bila ada kemauan, kesempatan terbuka. Siapa saja dapat menjadikan wirausaha menjadi pilihan masa depan. Dari tahun 2008, UMKM tumbuh sebesar 2,9%. Pada perkembangannya  di tahun 2013 ini UMKM petumbuhan mencapai 60 %. Angka ini menjelaskan peluang besar UMKM. Berbagai pilihan usaha untuk memulai berwirausaha dapat dimulai dari berbagai sektor, seperti sektor manufaktur, jasa hingga pertanian. Di sektor manufaktur, industri rumah tangga cukup dominan, khususnya alas kaki, pakaian, maupun pengolahan makanan. Di sektor jasa merupakan jenis usaha yang palih mudah, terbesar dan tercepat pertumbuhannya dalam dunia usaha, jasa transportasi berupa rental mobil, travel, salon kecantikan, rental tanaman hias, taman baca, rental VCD, computer, peralatan pesta, penitipan bayi, balita, manula, antar jemput anak sekolah, perdagangan eceran dan restoran serta teknologi informasi. Di sektor pertanian, usaha perkebunan, perikanan serta tanaman bahan makanan non-beras dan lain-lain masih sangat terbuka luas. Untuk sebuah kesuksesan calon wirausahawan harus menggali kekuatan internal dirinya, membangun dan memperluas pergaulan, memelihara jaringan dan kontak silaturahmi dengan teman-teman dengan berbagai latarbelakang, kesamaan hobi, profesi, usia,  kedudukan sosial dan terus belajar dan belajar, memperkaya informasi dari berbgai sumber media seperti; internet, Koran, televisi, buku-buku dan sebagainya.

Wirausahawan muda yang berhasil dan dapat dijadikan suri teladan.
Di Indonesia sudah banyak contoh wirausaha muda yang telah berhasil dalam menjalankan usahanya dapat dijadikan sebagai duri teladan dan inspirasi. Seperti Aceng Kodir adalah salah satu dari pengusaha sukses yang memaksimalkan potensi di lingkungan sekitarnya yang notabene banyak orang menganggap remeh, singkong., Aceng mengolah singkong/ubi kayu menjadi singkong crispy. Kemudian Andi Nata. Ia adalah seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia yang mengambil jurusan teknik Mesin. mencoba menekuni bidang di luar yang sedang ia tekuni di kampusnya terjun di bisnis kuliner. Ia berbisnis masakan aqiqah identik dengan sate dan gulai kambing. Walaupun ia sama sekali tidak bisa memasak namun karena kemauan kerasnya bahwa ia harus bisa sukses di bisnis kuliner waktu berjalan mengantarkan bisnisnya hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Kini masakannya sudah masuk ke Hotel Four Seasons dan tiga hotel bintang empat lainnya di Jakarta. Berikut Annur Budi Utama kuliah di UGM jurusan Teknik Industri, adalah pemilik Deepublish Company yang ditaksir memiliki income hingga 200 juta per bulan, dan Nurana Indah Paramita Bermodalkan 5 juta rupiah, ia dan teman-temannya di Institut Teknologi Bandung berhasil mengembangkan pembangkit listrik bernilai jutaan dolar melalui T-Files marine current turbine (turbin arus air laut T-Files). Ia mulai menekuni pengembangan turbin dari arus air laut sejak tahun 2005. Saat itu mereka harus mengikhlaskan uang saku selama kuliah hingga terkumpul Rp 5 juta. Meski mereka belum mendapat perhatian dari pemerintah, tim tersebut terus mengembangkan teknologi turbin secara nyata. Kini turbin T-Files nya sudah terpasang di beberapa pulau di Indonesia seperti Lombok, Jawa dan Bali. Ia bahkan mampu menarik perhatian PLN hingga kontrak 1 megawatt pun  akhirnya ditandatangani  dan rupiah pun selalu mengalir dikantongnya.

Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang berbahagia.

Buka jendela jauhari
Jadi, apalagi yang ditunggu, jangan menunggu sampai usia tua dan terlambat. Segera singsingkan lengan baju, menjadi wirausahawan jika ada kemauan bukan hal yang sulit, bahkan peluangnya sangat besar untuk memperoleh kesuksesan finansial dan prosedur menjadi wirausahawan tidak serunyik proses apabila kita ingin menjadi pengawai di mana sebelum diterima bekerja kita harus membuat berlembar-lembar surat lamaran kerja, menghadapi berbagai macam tes.dan seleksi. Sedangkan menjadi wirausaha penyeleksi segala sesuatunya adalah diri kira sendiri. Bekerja bukan berarti harus jadi pegawai entah itu pegawai negeri atau pegawai swasta. Menjadi pegawai bukan berarti masa depan terjamin. menjadi wirausahawan dapat menunjang pembangunan ekonomi bangsa mewujudkan kemakmuran dan menciptakan lapangan kerja dan menghilangkan pengangguran.  Jadikan wirausaha sebagai ajang dambaan untuk berkarya.

Hadirin yang saya hormati dan wisudawan yang saya banggakan.
Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan Universitas Merdeka Madiun atas keberhasilannya, Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah Nya kepada upaya-upaya kita ini.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terimakasih

Dr.Rindyah Hanafi, MM.




Daftar Rujukan
Alma, Buchori, (2010) Kewirausahaan, Cetakan ke 10, Alfa Beta, Bandung.
Badan Pusat Statistik, (2012).
Hanafi, Rindyah, (2004), Jadikan Wirausaha Sebagai Ajang Dambaan Untuk Berkarya. Cendekia Merdeka Edisi V, Universitas Merdeka Madun.



Selasa, 22 Oktober 2013

Citra Koperasi Sebagai Pelaku Ekonomi Yang Profesional Dan Mandiri

Oleh : Rindyah Hanafi

Sudah sejak lama Indonesia mengenal suatu lembaga ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Koperasi merupakan suatu  usaha bersama yang berjuang dalam bidang bidang ekonomi dengan menempuh jalan yang tepat dan mantap dengan tujuan membebaskan diri para anggotanya dari kesulitan-kesulitan ekonomi yang umumnya di derita para anggotanya.
 Koperasi  berkembang sejak abad 18 di Eropa,  sebagai institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu. Pada awalnya koperasi biasanya beranggotakan orang-orang yang lemah ekonominya.
Perkembangan  di Indonesia.,pada masa penjajahan tahun 1920-an, pemerintah kolonial Hindia Belanda membentuk jawatan koperasi sebagai bagian dari Kementrian Perekonomian. Jawatan ini mempunyai cabang di semua propinsi dan kantor inspeksi di tiap kabupaten. Tahun 1927 pemerintah kolonial mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pemerintah untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan mengenai prinsip-prinsip koperasi dan pelaksanaannya.
Perkembangan setelah Proklamasi kemerdekaan, adalah di tahun 1946, jawatan koperasi Yogyakarta menyelenggarakan kursus selama seminggu untuk kader-kadernya di tiap kabupaten. Koperasi dibentuk di daerah perkotaan dan pedesaan.. Pada tahun 1952 dibentuk kembali koperasi baru di Kulon Progo dan Bantul. Meskipun tingkat pertumbuhan koperasi di Yogyakarta sangat pesat dalam kurun 1952 hingga 1957 - diketahui ada 310 koperasi di penghujung tahun 1957 jenisnya adalah: koperasi desa serbaguna (kredit), koperasi pegawai negeri, koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi konsumsi, dan koperasi lumbung, namun di tahun 1957 telah terjadi pembubaran sejumlah koperasi. Alasan utama pembubaran koperasi adalah: anggota tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi hutang.
Praktek koperasi di Indonesia menjadi lebih buruk lagi selama kurun Orde Baru, disebabkan digunakannya koperasi sebagai alat pemerintah untuk melakukan perdagangan secara monopoli dan mengorbankan lapisan sosial tertentu untuk menyangga -- menjadi kurban dari  'pembangunan.' Pada tahun 1967 diberlakukan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian tanggal 18 Desember 1967.
Diawal  kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pengembangan ekonomi rakyat secara umum langkah pemberdayaan koperasi masih dianggap berjalan di tempat, jika tidak dapat dikatakan regress ke belakang. Tidak jarang, apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, kesan skeptisme dan pesimisme akan muncul dari masyarakat. Masyarakat telah belajar banyak bahwa setiap kebijakan pasti menghasilkan dampak baik dan dampak buruk bagi sebagian masyarakat dan stakeholders yang tersangkut dengan kebijakan tersebut. Bahkan kekhawatiran utama terhadap gagasan kebijakan – apalagi secara langsung hanya terkesan melayani kepentingan birokrasi – instrumen kebijakan itu akan terpelintir oleh kepentingan ekonomi dan afiliasi politik sesaat, dan dimanfaatkan oleh petualang-petualang bisnis dan politik yang berada di pusat lingkaran kekuasaan.
Koperasi Indonesia  mengalami banyak sekali fase perubahan seiring berjalannya waktu. Sudah banyak sejarah kegagalan dan keberhasilan yang tercetak mengiringi kedewasaannya. koperasi terus bergeliat maju dan berhasil menunjukkan keeksistensiannya hingga kini walau harus tertatih-tatih karena berbagai hambatan sejak di zaman kolonial  hingga  era globalisasi sekarang ini
Karena itulah, sebagai masyarakat Indonesia  harus yakin dengan citra koperasi yang semakin membaik, dan semakin mendewasakan diri serta tak lagi hanya menjadi lembaga ekonomi yang bersifat statis. Koperasi Indonesia memiliki banyak sekali prospek yang menjanjikan, dan bukan tidak mungkin bila nantinya akan mampu mensejajarkan diri dengan koperasi-koperasi di negara maju.
Untuk mengetahui prospek dari koperasi Indonesia, serta mewujudkan masa depan koperasi yang lebih baik dari sebelumnya, maka harus dilakukan kerjasama dan sosialisasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat umum.
Selain itu, pengukuran prospek koperasi Indonesia juga bertujuan untuk membangkitkan semangat perekonomian koperasi yang sempat naik turun seiring dengan keadaan perekonomian dunia yang tengah dilanda krisis dan tantangan menghadapi dinamika arus pasar global.

Konsep Koperasi
Konsep koperasi Indonesia merupakan wadah demokrasi dan sosial artinya para anggotanya selalu melakukan kerjasama, gotong royong berdasarkan persamaan hak, kewajiban dan kesederajatan. Koperasi adalah milik anggotanya, karena itu segala sesuatu kebijakan pengurus harus selaras dengan keinginan para anggotanya yang direfleksikan dalam keputusan rapat anggota sebagai hak kekuasaan tertinggi dalam koperasi.
Koperasi selain berjuang untuk memberikan kemudahan-kemudahan dan menyediakan fasilitas-fasilitas untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan para anggotanya, juga memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap para anggotanya agar mereka dapat memperbaiki cara kerja, kualitas hasil kerja sebagai dalam wadah koperasi secara terpadu dan terarah mereka dapat memberikan sumbangan besar terhadap pembinaan masyarakat pedesaan, regional maupun nasional, sehingga terwujud  apa yang dinamakan profesionalisme.

Implementasi Demokrasi Ekonomi  Untuk Mewujudkan Citra koperasi yang profesional dan Mandiri
Dalam pandangan demokrasi ekonomi, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas kekeluargaan sebagai system free fight liberalisme yang berdampak pada eksploitasi terhadap sesama pelaku ekonomi khususnya ekonomi lemah dapat dihindari demikian pula dengan system monopoli yang hanya akan merugikan dan melemahkan ekonomi masyarakat seperti yang tengah terjadi akhir-akhir ini. Tantangan Membangun Koperasi yang terkesan adalah suatu badan usaha yang dikelola oleh orang-orang yang berlatar belakang ekonomi lemah dan berbekal SDM alakadarnya. Kesan tidak professional yang ditampilkan seakan image ini telah kuat-kuat dibangun oleh kelompok pelaku ekonomi tetentu yang cenderung pada konsep kapitalisme.
Setidaknya terdapat tiga tantangan yang harus segera dicarikan solusinya untuk mempertahankan eksistenssi pola pengembangan ekonomi. Menteri koperasi Surya Dharma Ali dalam kata sambutannya memperingati hari koperasi Nasional 2009. Dalam kata sambutan disampaikan  terdapat tantangan dalam hal citra koperasi saat ini. "Koperasi Indonesia harus memperbaiki citranya sebagai kumpulan golongan ekonomi lemah pemburu fasilitas," Kemudian, tantangan berikutnya adalah kontribusinya yang meskipun secara sosial sudah cukup tinggi. Namun, secara nominal masih sangat rendah. "Kontribusi nominal yang rendah ini sangat mengkhawatirkan apalagi bila diperbandingkan dengan badan swasta,". Dan yang ketiga yang menjadi tantangan bagi koperasi Indonesia saat ini adalah semakin rendahnya kesadaran masyarakat untuk bergotong royong melalui koperasi seiring dengan meningkatnya modernitas dan individualisme. "Menjawab persoalan-persoalan tersebut, Koperasi Indonesia kedepan hendaknya memantapkan perannya dengan kembali pada jati dirinya,"  Suryadharma Ali juga membantah keras bila ada opini yang mengatakan bahwa koperasi hanyalah sebuah lembaga usaha. "Koperasi bukanlah semata sebagai badan usaha. Namun, manifestasi ideologi ekonomi atas dasar nilai-nilai Swadaya, swa tanggung jawab, persamaan, keadilan, dan kesetiakawanan,"  Saat ini Kementerian koperasi berbenah guna semakin meningkatkan citra dan peran koperasi, khususnya menghadapi persaingan global yang dipenuhi kepentingan kapital
(Tiktik Sartika Partomo dan Abd. Rachman Soejoedono : 2002:12) Pembangunan ekonomi nasional kita sedang dan akan menghadapi perubahan yang fundamental yang berlangsung dengan cepat dan perlu kesiapan dari para pelakunya. Perubahan fundamental pertama ialah terjadi di tingkat internasional yaitu proses globalisasi dengan perdagangan bebas dunia sebagai salah satu motor penggeraknya Perubahan fundamental kedua terjadi di dalam negeri, yaitu berlangsungnya transformasi struktur perekonomian nasional dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
(Revrisond Baswir : 29 : 2000) Setelah memperoleh kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan kebijakan ekonominya. Suatu hal yang sangat jelas pada periode ini adalah menonjolnya tekad para pemimpin bangsa Indonesia untuk mengubah tatanan perekonomian Indonesia yang Liberal-Kapitalistik menjadi tatanan perekonomian yang sesuai dengan semangat pasal 33 Undang-undang Dasar 1945.
Sebagaimana diketahui, dalam pasal 33 UUD 1945, semangat Koperasi ditempatkan sebagai semangat dasar perekonomian bangsa Indonesia. Melalui pasal itu, bangsa Indonesia bermaksud untuk menyusun suatu sistem perekonomian usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Karena itulah di dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945, Koperasi dinyatakan sebagai bangunan usaha sesuai dengan sistem perekonomian yang hendak dikembangkan di Indonesia.
Secara mikro, dengan mengkaji kisah sukses dari berbagai koperasi, terutama di Indonesia, kiranya dapat disarikan beberapa faktor kunci yang urgent dalam pengembangan dan pemberdayaan koperasi Diantara faktor penting tersebut, antara lain:
a. Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi (co-operative identity) yang merupakan entry point dan sekaligus juga crucial point dalam mengimplementasikan jati diri tersebut pada segala aktifitas koperasi dan usaha kecil menengah. Sebagai catatan tambahan, aparatur pemerintah terutama departemen yang membidangi masalah koperasi perlu pula untuk memahami secara utuh dan mendalam mengenai perkoperasian, sehingga komentar yang dilontarkan oleh pejabat tidak terkesan kurang memahami akar persoalan koperasi.
b. Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggotanya dan masyakarat konsumen (collective need of the member) dan memenuhi kebutuhan tersebut. Proses untuk menemukan kebutuhan kolektif anggota sifatnya kondisional dan lokal spesifik. Dengan mempertimbangkan aspirasi anggota-anggotanya, sangat dimungkinkan kebutuhan kolektif setiap koperasi berbeda-beda. Misalnya di suatu kawasan sentra produksi komoditas pertanian (buah-buahan) bisa saja didirikan koperasi. Kehadiran lembaga koperasi yang didirikan oleh dan untuk anggota akan memperlancar proses produksinya, misalnya dengan menyediakan input produksi, memberikan bimbingan teknis produksi, pembukuan usaha, pengemasan dan pemasaran produk.
Kiat-kiat Pemberdayaan koperasi agar  Profesional dan Mandiri
Secara umum masih banyak koperasi yang belum memiliki konsep strategi manajemen usaha / marketing. Koperasi dalam mewujudkan kemandiriannya perlu ditopang oleh konsep-konsep penyelenggaraan usaha yakni, idealisme koperasi, orintasi pasar, volume penjualan dan koordinasi dan integrasi marketingnya. Pemberdayaan koperasi berarti membangun ekonomi kerakyatan, ekonomi jaringan yang menghubung-hubungkan sentra kemandirian usaha masyarakat kedalam system perekonomian secara makro, serta memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan ekonomi sehingga akan berdampak pada kesempatan kerja produktif, berkurangnya kemiskinan maupun tercapainya ekonomi yang baik.semakin pesatnya perkembangan perekonomian dunia, menyebabkan semakin beratnya tantangan yang harus dihadapi oleh dunia koperasi di Indonesia.






$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$






Dafar Pustaka

  • Abdurrahman Adi,  Makalah Prospek Koperasi Indonesia Lambang Koperasi
  • Ginandjar Kartasasmita, Makalah Mewujudkan  Demokratisasi Ekonomi Dengan Koperasi
  • Menteri Koperasi Surya Dharma Ali, Pidato sambutan memperingati hari koperasi Nasional 2009




Sabtu, 24 Desember 2011

Yuk nonton film Garuda di Dadaku 2.

Yuk nonton film Garuda di Dadaku 2.

Tertarik dengan  foto-foto film Garuda di dadaku 2   sewaktu syuting  yang di up load oleh seorang teman,  Drg.  Eka Aglerina,  Salah seorang  putranya bernama Mayo  ikut berperan di film tersebut  sebagai Effendi.  Pada tanggal  24 Desember 2011 aku menyempatkan diri menonton di cineplex 21, Grand Mall, Solo.  Aku sengaja naik  kereta Api Madiun Jaya  II AC  jam 05.30.  Hari itu, hari Sabtu, bersamaan  dengan liburan sekolah dan libur Natal,  penumpang lumayan memadati  kereta api.
 Jam 7.45  sudah sampai di Stasiun Balapan aku sudah dijemput putriku, Nina.  Dengan senyum manisnya berkata  “Ma ….sarapan di Timlo Sastro yuK”   aku tahu itu  salah satu makanan kesukaannya.  Setelah  selesai makan  kami  berkeliling-keliling  kota Solo, kemudian menuju Grand Mall. Jam 10.00 ,  toko toko dalam mall  ada yg masih sedang berbenah dan ada  pula  yang  sudah buka. Setelah berkeliling mencari buku-buku yang aku perlukan di Gramedia,  akhirnya kami duduk di Pujasera dekat Cineplex 21,  sambil membeli minuman. Jam 11 loket dibuka… antrian lumayan panjang panjang.  
Film Garuda di Dadaku  2, adalah film Indonesia  pertama  yang aku tonton  di bioskop sejak almahum suamiku berpulang ke Rahmatullah.  Kalau film barat  pastilah  nonton kalau filmnya box office.  Garuda di Dadaku yang pertama aku nggak nonton … nanti  ini mau beli DVDnya supaya tahu  kesinambungan ceritanya
Sebelumnya ingat lho, aku  menulis ini bukan sebagai  resensor  dan nggak  ingin beralih profesi (tetap sebagai dosen).  Ketertarikan menulis  tentang film ini hanya semata-mata,  bahwa  aku kini telah menyadari bahwa menumbuhkan jiwa patriot  ternyata bisa dari sini.  Tahu sendirikan sekarang berita-berita di TV  tentang  kondisi Negara kita sekarang  .. membuat  ngilu di dada. Harapan ke kedepan orang tua dapat mendidk putra-putrinya cinta tanah air bangga dengan negeri ini .
Cerita  yang disutradarai  oleh Rudy Sudjarwo ini diawali dengan cerita Bayu sudah menjadi  anggota sepak bola Timnas U-15. Keinginan Bayu sebagai  Kapten  untuk membawa timnya menjuarai kompetisi banya ksekali  rintangannya.  Suatu saat ibunya di panggil ke sekolah karena nilai raport  di bawah rata-rata  membuat sang ibu  memerintah Bayu untuk memilih sepak bola atau sekolah. Tugas sekolah yang berat dan tanggung jawabnya pada tim sepakbola membuat  Bayu bekerja ektra keras menjadi yang terbaik. Sebagai  anak yang tumbuh remaja  konflik yang hadapi lumayan berat,  dari mulai ibunya yang mempunyai teman dekat pria, sahabatnya yang mulai beralih lebih dekat dengan Yusuf,  ketertarikannya dengan Anya teman barunya di kelas.
Ketika menoton film ini,  sebagai  orang  orang tua  aku cukup lumayan memperoleh pembelajaran yang berharga bagaimana seorang anak memandang dunianya. Dan mungkin juga berguna bagi pendidik melihat peserta didiknya.  Pada  film ini juga sarat dengat kata-kata yang penuh makna  yang sanggup menohok hati. Selain itu tokoh seorang sopir  yang  diperankan oleh Ramzi sangat kocak dan  menghibur Juga  maco  dan kerennya si Rio Dewanto sebagai  sang  pelatih yang  sangat tergila-gila sama alm Benyamin Sueb. Kemudian  pemeran-pemeran lain sebagai tim  pemain bola juga  cukup berkarakter  seperti  Yusuf, Rama, Effendi yang menampakkan keseriusan  bermain.   Sebagai orang awan  yang nggak ngerti film aku acungi jempol untuk film ini, membuat hatiku merasa mak myusssss  dan mengajak yukkkk nonton film ini bagus….. Bravo   Garuda di Dadaku 2  aku menonton  karena ada Garuda di hatiku J

Kamis, 10 November 2011

MEWASPADAI PERMASALAHAN SUMBERDAYA AIR DI MASA DEPAN


               

Memasuki bulan November curah hujan semakin meningkat, sehingga sudah seharusnya kita mempersiapkan diri terhadap akibat yang ditimbulkan dari keadaan tersebut. Curah hujan yang meningkat dapat mengakibatkan terjadi banjir, dan tanah longsor. Bencana ini merupakan sangat sangat menakutkan  juga sangat banyak kerugian yang diakibatkannya. Sebagai manusia ternyata kita mempunyai andil  sangat besar dalam terjadinya bencana alam akibat curah hujan yang sangat deras.
Bencana banjir yang sangat kita takuti,  ternyata sebenarnya adalah akibat ulah dari kita sendiri sebagai  manusia yang tidak bijak dalam mengelola sumber daya alam. Banjir yang terjadi  karena  dewasa kini telah terjadi ketimpangan dalam pemanfaatan lahan sehingga berakibat pada kerusakan daerah tangkapan hujan. Ketimpangan tersebut disebabkan oleh perubahan (koversi)  lahan yang tidak terkendali sehingga hutan yang semula dilindungi oleh vegetasi  alam berubah menjadi kawasan terbuka, sedangkan lahan pertanian dan kawasan  pedesaan lainnya berubah dengan cepat menjadi kawasan industri dan perkotaan.
Banjir dapat terjadi, apabila di waktu hujan, air tidak tertahan secara memadai dipermukaan tanah sehingga proses penyerapannya ke dalam tanah atau penguapan ke udara tidak memungkinkan.  Akibatnya hujan terhempas begitu saja kepermukaan tanah.  Semakin besar curahan hujan ke permukaan tanah  semakin pendek waktu retensinya.  Keadaan ini menyebabkan banjir besar secara mendadak.
Saat ini  semakin  bertambah  daerah  tangkapan hujan yang mengalami pengurangan luasan kawasan vegetasi, bahkan di beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) terjadi perubahan tata guna lahan sedemikian  pesat sehingga luas hutan  turun drastis. Luas kerusakan hutan selalu bertambah setiap tahun,  akibat dari penebangan liar, perambahan dan kebakaran hutan.  Akibat rusaknya hutan, kemampuan DAS menampung air semakin menyusut dan mudah tererosi oleh air hujan yang mengakibatkan tingkat sedimentasi sangat tinggi dan menjadi lahan kritis. Lahan kritis merupakan lahan rawan bencana banjir dan longsor.
Hujan yang jatuh ke kelahan terbuka merupakan penyebab utama erosi.   Semakin tinggi intensitas hujan  semakin meningkat pula derajat pengikisan suatu lahan. Perubahan tata  guna lahan sangat berpengaruh  terhadap besarnya erosi lahan.  Konversi  lahan yang  disertai hilangnya vegetasi penutup tanah dan pengolahan  tanah yang tidak memperhatikan norma konversi  akan  menyebabkan suatu lahan mudah tererosi. Erosi mengakibatkan terjadinya pemindahan butiran  tanah ke tempat lain, apabila mengendap  di sungai atau waduk  tentu akan menjadi suatu masalah baru, mengingat waduk juga digunakan unntuk memenuhi  berbagai kebutuhan manusia.
Selain itu perlu untuk memperoleh perhatian adalah pemanfaatan lahan di sempadan sungai  untuk keperluan pemukiman, pertanian, dann usaha lain yang mengganggu  kelancaran aliran air merupakan contoh khas dari diabaikannya aspek lingkungan sungai. Demikian pula kebiasaan buruk membuang sampah di sungai  ataupun  membuang sampah sembarangan merupakan bukti sikap meremehkan kelestarian sumber daya air.


Senin, 07 November 2011

Strategi Pemasaran Produk untuk Usaha Mikro Kecil Menengah

Strategi Pemasaran Produk untuk Usaha Mikro Kecil Menengah

 

Rindyah Hanafi, SE, MM.

 

 

Untuk menyusun strategi pemasaran kita harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan konsep pemasaran/marketing. Konsep marketing merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Baik peluang usaha baru maupun usaha yang telah lama dirintis, baik usaha kecil maupun usaha yang telah berkembang sekalipun. Semuanya membutuhkan konsep marketing untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Berbicara tentang konsep marketing, maka sesungguhnya kita sedang membicarakan bagaimana strategi pemasaran produk yang kita jual.
Hal itu pulalah yang dihadapi oleh usaha kecil yang saat ini banyak bermunculan. Merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil masih sangatlah sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha kecil tentunya dengan fokus strategi pemasaran.
Dengan terbatasnya anggaran marketing yang dimiliki usaha kecil, bukan berarti menjadikan usaha kecil kalah dengan usaha skala besar. Untuk itu kita harus lebih kreatif dengan anggaran biaya yang minim untuk menghasilkan strategi pemasaran yang tepat. Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran dengan anggaran terbatas :
  1. Bekerjasama dengan pengusaha atau rekan  untuk pemasangan iklan
  2. Mencoba mengirimkan penawaran produk kepada pelanggan serta memberikan potongan harga untuk paket pembelian tertentu.
  3. Perkenalkan produk dan usaha  melalui media gratis, hal ini akan membantu pencarian para konsumen tentang produk yang di tawarkan. Misalnya saja publikasi melalui internet.
  4. Libatkan lingkungan yang ada disekitar usaha, dalam salah satu kegiatan yang usaha dilaksanakan. Ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara publikasi gratis kepada masyarakat sekitar.
Selain itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam ­­­­menyusun strategi pemasaran yaitu sebagai berikut : 
1. Konsistensi
Dengan adanya konsistensi terhadap semua area marketingnya, dapat membantu mengurangi biaya marketing dan meningkatkan efektivitas penciptaan merek.
2. Perencanaan
Perencanaan konsep pemasaran yang akan dijalankan usaha kecil sangat mempengaruhi banyaknya pelanggan yang diperoleh. Oleh karena itu luangkan waktu untuk merencanakan strategi pemasaran, anggaran pemasaran, serta konsep lainnya yang berhubungan dengan pemasaran.
3. Strategi
Strategi merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan pemasaran yang telah direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik pelanggan, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap.

4. Target Market
Mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep pemasaran lebih mudah dilaksanakan.
5. Anggaran
Menghitung anggaran pemasaran merupakan bagian yang berat dan membutuhkan keakuratan hasil hitungan. Dari anggaran yang dibuat, dapat dipersiapkan dana yang akan dibutuhkan untuk pemasaran. Biasanya usaha kecil membuat anggaran dengan tidak terlalu akurat, sehingga terjadi pemborosan.
6. Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran biasanya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat, dan promosi. Sebagai pengusaha kecil, perlu memutuskan dengan spesifik produk (atau jasa), harga yang sesuai, dimana dan bagaimana Anda akan mendistribusikan produk Anda, dan bagaimana orang lain dapat mengetahui tentang produk yang ditawarkan.
7. Website
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60% konsumen datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah pelanggan yang tertarik dengan produk Anda.
Tak bisa dipungkiri bahwa suatu usaha/bisnis tidak akan bertahan lama, tanpa adanya strategi  pemasaran. Demikian  pula dalam usaha skala kecil/bisnis rumahan, walaupun dijalankan skala kecil-kecilan dari rumah. Tapi bukan berarti   strategi pemasaran tidak dibutuhkan untuk menperkenalkan bisnis yg kita miliki kepada masyarakat luas. Lalu, bagaimana strategi  pemasaran produk usaha skala rumahan yang paling tepat?
Memasarkan produk usaha skala kecil/rumahan bisa dimulai dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut. Cara  yang mudah, murah dan sangat efektif ini bisa dimulai dengan menginformasikan keberadaan  usaha/bisnis yang kita miliki kepada keluarga besar kita, para tetangga sekitar, maupun teman-teman dekat. Perkenalkan produk atau jasa kita, disaat ada acara kumpul keluarga, atau pada waktu kegiatan arisan rutin. Agar konsumen mengetahui produk yang kita miliki, dan akhirnya tertarik untuk mencoba membeli. Dari pemberitaan “gethok tular” (dari mulut ke mulut), berita tersebut akan tersebar luas dengan waktu yang relatif singkat.
Selanjutnya kita bisa menggunakan media iklan untuk menarik minat konsumen. Meskipun usaha kita terbilang kecil, dan hanya dilakukan di rumah. Tapi promosi dengan menggunakan media iklan, cukup penting untuk menarik minat konsumen. Untuk meminimalkan biaya, kita bisa memilih promosi dengan memasang spanduk, banner, atau neon box di depan rumah. Tuliskan nama usaha dan produk-produk yang ditawarkan di media tersebut. Jadi, masyarakat yang melewati rumah kita bisa mengetahui keberadaan produk yang kita hasilkan. Selanjutnya kita juga bisa membuat pamflet, kartu nama, dan brosur sebagai identitas usaha kita, yang bisa dibagikan pada para konsumen.
Selain itu, kita bisa memanfaatkan internet untuk membantu pemasaran produk. Kebanyakan pelaku usaha rumahan mengaku dirinya gaptek (gagap teknologi) dan tidak mau  belajar internet marketing. Padahal untuk memenangkan persaingan pasar, kita pun harus selalu inovatif mengikuti perkembangan pasar. Cobalah untuk memperluas jangkauan pasar, dengan memasarkan produk rumahan secara online. Misalnya saja dengan membuat website, blog, atau memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Sudah banyak pelaku bisnis usaha skala kecil yang menerima permintaan produk dari luar negeri, karena bantuan internet. Sehingga tidak menutup kemungkinan, bisnis dari rumah pun bisa mengekspor produk ke pasar mancanegara.
Terakhir, untuk membantu pemasaran, kita juga bisa membuka kerjasama dengan agen atau reseller produk. Ajak beberapa konsumen yang cukup potensial, untuk menjadi agen atau reseller produk kita. Berikan potongan harga tertentu atau prosentase pembagian untung yang  cukup menarik, pada konsumen yang ingin membantu pemasaran produk kita. Cara ini memberikan keuntungan kedua belah pihak, baik konsumen maupun pelaku usaha rumahan. Yang terpenting, jaga kualitas produk kita. Agar konsumen juga tertarik dengan produk yang kita tawarkan.Cobalah untuk menggabungkan beberapa strategi pemasaran yang telah kita bahas, dan jaga kualitas produk yang di tawarkan. Ini akan membantu konsumen untuk mengenal dan mengingat produk kita.

GOOD LUCK
ERHA

Stategi Pemasaran untuk Wirausahawan Kecil


 Stategi Pemasaran untuk  Wirausahawan Kecil
                                                                             
Oleh
Rindyah hanafi, SE, MM

Pendahuluan
            Pedagang kecil keberadaannya sangat populer. Kepopuleran pedagang kecil yang berwujud  seperti pedagang kaki lima, pedagang menggunakan gerobak, sepeda, sepeda motor ataupun  yang lainnya, dalam arti positif atau dalam arti negatif. Dari sisi positif, sebagai pedagang, secara pasti dapat menyerap lapangan pekerjaan dari sekian banyak orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Dengan demikian para pedagang ini telah mencoba berkreasi, berwirausaha dengan modal sendiri atau tanpa modal. Keberanian dalam dalam berjuang memenuhi tuntuan hidup inilah yang patut diacungi jempol dan layak untuk diperhatikan  dan ditumbuh kembangkan keberadaannya. Kementerian Tenaga Kerja dan Kadin Pusat telah  mencanangkan, agar kehidupan pedagang kecil, dibina, diatur, jangan dimatikan, karena mereka sudah turut dalam menyumbangkan andil dalam membangun lapangan pekerjaan.
            Dari sisi negatif, para  pedagang ini dinilai tidak menghiraukan tata tertib, keamanan, kebersihan dan membuat kebisingan. Di mana ada pedagang kaki lima misalnya, disana timbul kesemrawutan dan banyak sampah. Dalam hal ini masalah pendidikan, disiplin, upaya hukum harus ditegakkan secara terus-menerus, dengan rencana matang dan terarah, tidak sporadis. Pedagang kecil utamanya Pedagang kaki lima adalah merupakan asset potensial apabila dibina, ditata dan dikembangkan status usahanya. Lebih khusus wirausahawan ini merupakan potensi dalam peningkatan laju pertmbuhan ekonomi kota dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
Mengingat pentingnya pedagang kecil sebagai wirausahawan dalam membangun perekonomian, maka pemberian pembinaan harus sering dilakukan untuk menunjang keberhasilan mereka. Pembekalan dalam berbagai bidang keilmuan antara lain pemasaran, keuangan, manajemen, komunikasi, kewirausahaan, dll harus dilakukan. Mengapa strategi pemasaran penting dipahami oleh wirausahawan?  Karena pemasaran merupakan ujung tombak setiap usaha, wirausahawan dituntut untuk memahami berbagai situasi didalam menjalankan usahanya diantara karena terbatasnya sumberdaya yang dimiliki ( pendidkian, uang, peralatan, bahan baku dsb) dan juga ketidak pastian mengenai kekuatan bersaing.
Terdapat lima unsur pokok dalam strategi pemasaran  meliputi yang wajib dilakukan seorang wirausahawan yakni; pemilihan pasar yang dilayani, perencanaan produk, penetapan harga, sistem distribusi, komunikasi pemasaran. Harapan ke depan dengan pembinaan dan pembekalan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan secara berkesinanbungan wirausahawan dapat meningkatkan kualitas dirinya dan usahanya serta menjadi wirausahawan yang tangguh dan handal.

Konsep Pemasaran.
Konsep marketing merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Konsep ini berlaku pada usaha baru maupun usaha yang telah lama dirintis juga pada usaha kecil maupun usaha yang telah berkembang. Semuanya membutuhkan konsep marketing untuk mengembangkan usaha yang dijalankan. Berbicara tentang konsep marketing, maka terdapat 5 unsur pokok strategi pemasaran yang harus dijalankan meliputi: (1) Pemilihan pasar (2) Perencanaan produk ((3) Penetapan harga (4) Sistem distribusi (5) Komumikasi pemasaran yang diuraikan berikut ini.

Pemilihan Pasar
Merencanakan strategi pemasaran yang tepat untuk menarik minat konsumen pada usaha kecil masih sangatlah sulit. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha kecil tentunya dengan fokus pada sasaran yang dituju mengingat keterbatasan sumberdaya internal. Pemilihan pasar dimulai dengan melakukan melakukan segmentasi pasar yakni membagi-bagi pasar dalam kelompok potensial Strategi ini merupakan dasar untuk kelanjutan kegiatan pemasaran yang direncanakan, misalnya siapa target pasar, bagaimana usaha kecil membidik konsumennya, dan bagaimana cara menjaga konsumen yang ada sebagai pelanggan tetap. Target market adalah mendefinisikan secara tepat pangsa pasar yang dituju, dengan memilih satu atau lebih dari segmen pasar yang akan dimasuki. Target pasar yang jelas akan membuat konsep pemasaran lebih mudah dilaksanakan.

Perencanaan Produk
            Produk adalah barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Produk merupakan faktor yang sangat penting dan merupakan titik sentral dalam pemasaran. Semua kegiatan pemasaran lainnya,  digunakan untuk menunjang pemasaran produk. Salah satu hal yang perlu diingat ialah bagaimanapun hebatnya usaha promosi, distribusi dan harga yang baik, jika tidak diikuti oleh produk yang bermutu dan disenangi konsumen, maka strategi pemasaran ini akan sia-sia dan tidak akan berhasil. Oleh sebab itu perlu diteliti produk apa yang dipasarkan, bagaimana selera konsumen perlu mendapat perhatian yang serius.

Penetapan Harga
            Masalah harga juga turut menentukan keberhasilan pemasaran produk. Pada prinsipnya suatu usaha patut mendapatkan keuntungan, maka harga jual yang ditetapkan harus lebih besar dari biaya-biaya yang dikeluakan untuk menghasilkan produk, sehingga masih ada selisih yang disebut laba. Dengan demikian, harga di sini bukan berarti yang murah saja atau yang tinggi saja akan tetapi harga yang tepat. Bagaimana menentukan harga yang tepat sangat tergantung kepada berbagai faktor misalnya faktor harga pokok barang, kualitas barang, daya beli masyarakat, keadaan persaingan, konsumen yang dituju dan sebagainya.

Sistem Distribusi
            Sebelum memasarkan produk, maka harus sudah ada  perencanaan distribusi yang akan dilakukan. Dapat dibayangkan betapa sulitnya memasakran produk jika tidak ada yang menjajakan produk, tidak ada toko/kios dan sebagainya. Pada saat ini mungkin pedagang kecil/ usahawan kecil kemampuan produksinya masih terbatas hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya, tetapi bukan hal yang mustahil ke depan akan menjadi wirausahawan besar yang membutuhkan saluran distribusi berbentuk perantara dagang.

Komunikasi Pemasaran (Promosi)
Promosi dan iklan merupakan konsep pemasaran yang harus dipertimbangkan pada berbagai usaha termasuk pada usaha kecil. Promosi dan iklan yang baik akan menghasilkan pengakuan merek yang efektif, hingga mampu meningkatkan penjualan. Terkadang usaha kecil selalu melupakan kebutuhan merek  atau pengenalan gambar, logo.
Antara promosi dan produk, tidak dapat dipisahkan, ini adalah dua sejoli yang saling berangkulan untuk suksesnya pemasaraan. Untuk itu perlu adanya keseimbangan, yaitu produk yang baik dan sesuai selera konsumen, dibarengi dengan teknik promosi yang tepat akan sangat membantu suksesnya usaha pemasaran.
Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan pemasaran dengan anggaran terbatas: yaitu  dengan bekerjasama dengan pengusaha lain untuk pemasangan iklan. Mencoba mengirimkan penawaran produk kepada konsumen serta memberikan potongan harga untuk paket pembelian tertentu. Memperkenalkan produk dan usaha melalui media gratis (aktif mengikuti acara pameran-pameran), hal ini akan membantu pencarian para konsumen tentang produk yang  ditawarkan.  Selain itu cara modern bisa dilakukan, misalnya saja melakukan publikasi melalui internet.( membuat akun web gratis, face book, tweeter).
Saat ini bisnis apapun termasuk usaha kecil usahakan memiliki website, karena hampir 60% konsumen sewasa kini datang dari informasi dari internet. Sehingga informasi produk melalui website pun sangat mendukung peningkatan jumlah konsumen yang tertarik dengan produk Anda.

Contoh Kasus : Sepatu kanvas
Dengan modal Rp 500.000, Nila memulai usaha  sepatu kanvas, bermerek Justine. Nila yang pernah bekerja di Balai Pikiran Rakyat Bandung, sebagai juru ketik, lalu keluar karena tidak memuaskan hatinya. Dengan dorongan suami  Bill Mamola memacu dirinya mencoba usaha sendiri.
Setelah melakukan survey ke pusat grosir kain di Bandung, Nila bergegas membuat sepatu dari kain kanvas, kulit imitasi dan kain goni. Selain murah belum ada yang membuat sepatu yang berbahan semacam itu. Nila kemudian mendisain sepatu warna-warni lalu menyuruh pengrajin membuat produknya.
Setelah produknnya jadi beberapa pasang, lalu memajangnya di rumah orangtuanya, jl Juanda-Dago Bandung dengan harga 5-6 ribu perpasang. Meski di jual dengan harga murah selama tahun pertama hanya terjual rata-rata 2-4 pasang. Namun dengan keyakinannya prospek akan mencuat karena lokasinya berseberangan dengan sekolah SMA yang setiap saat dilalui anak-anak sekolah, yang merupakan target market  Nila. Dugaannya tepat, di mana produknya digemari anak sekolah. Untuk mengetahui selera anak sekolah, NIla melakukan pendekatan kepada mereka dan berdasarkan masukan dari anak sekolah tersebut,  bisnis produk Nila mulai lancar, dimana nama produk sepatu Justine, dikenal banyak kalangan sehingga sehari dapat terjual 100 pasang.
Permintaan meningkat tajam, dengan tetap mempertahankan keunikan produknya, model lama tidak diproduksi lagi. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan produknya tetap ekslusif. Nila tidak memproduksi secara massal karena akan hilang kesan unik dan ekslusifnya. Nila telah berhasil memdirikan outlet di kawasan Plasa Bandung dan jalan Buah Batu. Sampai sekarang telah berhasil menciptakan 1000 disain sepatu, dimana setiap model dibuat  terbatas.
Walaupun begitu pesatnya penjualan sepatu dan minat yang begitu tinggi, Nila tetap mengembangkan usahanya tanpa mengorbankan keekslusifannya. Untuk ekspansinya NIla memasok ke toko-toko grosir Matahari, Cahaya, Yogya, Borobudur, dsb, untuk memenuhi keinginan pembeli.
Meskipun diletakkan di departemen store, tetapi diletakkan ditemtap ekslusif di counter khusus. Strategi ini cukup berhasil baik dan  tetap bisa meraup peluang bisnis, dan jumlah permintaan cukup menggiurkan tetapi Nila tetap tidak membuat pabrik dan lebih senang menggunakan pengrajin sebagai pengusaha juga. Untuk mengembangkan usaha bisnis sepatu anak-anak, pakaian jadi dan tas semua disainnya dikerjakan sendiri.
Dari kasus ini dapat dipelajari, bagaimana mengembangkan produk berdasarkan hasil kajian pasar, penetapan strategi pemasaran dengan menetapkan segmen pasar tertentu yang gemar terhadap keekslusifan dan kemampuan mendesain produk sebagai keunggulan kompetitifnya.

Penutup
            Uraian yang disampaikan diatas, adalah merupakan strategi pemasaran standar yang biasanya dilakukan oleh para pemula di dalam menjalankan aktivitas usaha. Sebagai wirausahawan yang sejati, sudah selayaknya harus selalu  mengasah kemampuan diri dengan menngembangkan dan meningkakan kualitas diri dengan selalu belajar dan belajar. Sehingga naluri bisnis semakin terasah  untuk menjadi wirausaha yang handal dan tangguh..



Daftar Rujukan
Buchari Alam, 2010, Kewirausahaan,Penerbit Alfabeta, bandung
Fandy Tjiptono,  1997,  Soal Jawab Pemasaran, Penerbit Andi, Yogyakarta
Kementerian KUKM: Rencana Tindak Lanjut Jangka Menengah (RTJM) Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan  Menengah 2005-2009.